Uskup

Uskup

Uskup berperan sebagai pengganti Para Rasul, gembala Gereja, guru dalam ajaran, imam dalam ibadat dan pelayan dalam kepemimpinan (KHK Kan.375 §1). 

Orang yang menerima tahbisan Uskup telah menerima tahbisan tertinggi dengan tugas: menguduskan, mengajar dan memimpin, serta membentuk persekutuan dengan kepalanya dalam kolegium (KHK Kan.375 §2).

Uskup diangkat bebas oleh Paus dengan kriteria: unggul dalam iman, moral, kesalehan, perhatian pada jiwa-jiwa, kebijaksanaan, kearifan dan keutamaan manusiawi, dan sifat lain yang cocok, nama baik, usia min.35 tahun, minimal tahbisan imam 5 tahun, doktor atau minimal licensiat Kitab Suci, Teologi, Hukum Kanonik dari lembaga pendidikan yang disahkan Kepausan atau ahli di bidang itu (KHK Kan.378).

Para Uskup disebut Diosesan, jika kepada mereka dipercayakan reksa suatu keuskupan; lain-lainnya disebut Tituler” (KHK Kan.376).

Secara rinci, pengertian singkat mengenai aneka macam jenis Uskup dapat dilihat dalam tautan di bawah ini:

  1. Uskup Diosesan
  2. Uskup Agung
  3. Uskup Agung Metropolit
  4. Uskup Sufragan
USKUP TITULER
  1. Uskup Tituler
  2. Uskup Agung Tituler
  3. Uskup Koadjutor
  4. Uskup Agung Koadjutor
  5. Uskup Auksilier
  6. Uskup Agung Auksilier
  7. Uskup Emeritus
  8. Uskup Agung Emeritus
  9. Uskup (gelar personal)
  10. Uskup Agung (gelar personal)

Dalam sejarah Gereja Katolik di Indonesia, status Uskup Diosesan dan Uskup Tituler dapat dilihat dengan jelas dari gelar yang diberikan kepada para Uskup di Indonesia oleh Paus. Secara sederhana, sebelum pendirian Hirarki Gereja di Indonesia secara mandiri pada 3 Januari 1961, praktis belum ada Uskup Diosesan di Indonesia karena teritori gerejaninya masih berstatus sebagai Vikariat Apostolik ataupun Prefektur Apostolik. Belum ada teritori gerejani yang berstatus Keuskupan. Oleh karena itu, semua Uskup yang ada masih berstatus sebagai Uskup Tituler -meskipun mereka memangku jabatan sebagai Vikaris Apostolik ataupun Prefek Apostolik.

Setelah 3 Januari 1961, barulah ada yang disebut sebagai Uskup Diosesan. Meski demikian, masih ada Uskup Tituler, baik yang menjabat sebagai Uskup Koadjutor, Uskup Auksilier, Vikaris Apostolik, Prefek Apostolik, Uskup Emeritus, maupun Duta Paus (Nunsius Apostolik). Namun perlu diingat bahwa status Uskup Diosesan dan Uskup Tituler bagi setiap Uskup dapat berubah sesuai dengan jabatan yang diampunya. Oleh karena itu, setiap Uskup boleh jadi ada di dalam dua kategori itu sesuai dengan jabatannya. Yang membedakan hanyalah periode waktu tertentu ketika sang Uskup mengampu jabatan tersebut.

Secara rinci, siapa saja Uskup Indonesia yang masuk kategori Uskup Diosesan dan Uskup Tituler, dapat dilihat dalam tautan di bawah ini:

USKUP DIOSESAN
  1. Uskup Diosesan
  2. Uskup Agung
  3. Uskup Agung Metropolit
  4. Uskup Sufragan
USKUP TITULER
  1. Uskup Tituler
  2. Uskup Agung Tituler
  3. Uskup Koadjutor
  4. Uskup Agung Koadjutor
  5. Uskup Auksilier
  6. Uskup Agung Auksilier
  7. Uskup Emeritus
  8. Uskup Agung Emeritus
  9. Uskup (gelar personal)
  10. Uskup Agung (gelar personal)

R.B.E. Agung Nugroho

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. HIRARKI GEREJA - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger