Mgr Albert Hermelink Gentiaras SCJ

Uskup Tanjungkarang

"In Te Speravi Non Confudar"

  • Lahir di Emmen, Belanda: 5 Agustus 1898.
  • Anak sulung dari empat bersaudara. Semua adiknya menjadi biarawan-biarawati, dua adik lelakinya mengikuti jejaknya sebagai Dehonian dan seorang adik perempuannya menjadi Suster dari Kongregasi Fransiskanes Denekamp.
  1. Hendricus Geradus Majjela Hermelink SCJ
  2. Joannes Antonius Hermelink SCJ 
  3. Adeline Hermelink
  • Pendidikan Seminari di Bergen of Zoom, Belanda: pada tahun 1911-1916.
  • Formatio di Seminari sebagai calon Dehonian (SCJ) di Liesbosch Princenhage, Belanda: tahun 1918-1925.
  • Tahbisan Imam Dehonian (SCJ) di Liesbosch Princenhage: 19 Juli 1925, oleh Uskup Breda, Belanda, Mgr Pieter Adriaan Willem Hopmans.
  • Tiba sebagai misionaris SCJ di Indonesia: tahun 1926 (berkarya di Talang Jawa, Palembang, Sumatera Selatan).
  • Tiba di Tanjungkarang (Lampung): tahun 1928.
  • Bertugas membantu Prefek Apostolik Benkoelen (kini Keuskupan Agung Palembang), Pastor Harrie J.D. van Oort SCJ.
  • Disarankan Pater F.X. Strater SJ untuk belajar Bahasa Jawa di Yogyakarta: 1928.
  • Mengajar di Holland Chineesche School (HSC) di Teluk Betung: 1929.
  • Pastor di Tanjungsakti: 1930.
  • Menjadi Proprefek sementara untuk Wilayah Tandjung-Karang (kini Keuskupan Tanjungkarang): 1931.
  • Membuka misi dan menetap sebagai Pastor di Pringsewu, Lampung: 1932.
  • Sempat ditangkap dan diinternir sebagai tahanan saat pendudukan Jepang (1942-1945) di Penjara Lebak Budi, Bandar Lampung dan terakhir di Kamp Belalau, Lubuk Linggau. 
  • Menetap dan berkarya di Talang Jawa: 1945.
  • Kembali berkarya di Tanjungkarang: 1949.
  • Pindah ke rumah yang pernah ditempati sebelum diinternir, yaitu di Pringsewu, Lampung: 1951.
  • Ditunjuk Prefek Apostolik Tandjung-Karang (kini Keuskupan Tanjungkarang): 27 Juni 1952, bertepatan dengan pendirian Prefektur Apostolik Tandjung-Karang (pemekaran dari Vikariat Apostolik Palembang).
  • Pelantikan sebagai Prefek Apostolik Tandjung-Karang (kini Keuskupan Tanjungkarang) dilakukan oleh Mgr Georges-Marie-Joseph-Hubert-Ghislain de Jonghe d’Ardoye MEP yang menjabat sebagai Delegatus dan Internusius Apostolik Indonesia I, yang bergelar Uskup Agung Tituler Mistha.
  • Menjadi Warga Negara Indonesia: 1953, dengan menambahkan nama belakang "Gentiaras".
  • Diangkat Uskup Tandjung-Karang (kini Keuskupan Tanjungkarang): 19 Juli 1961. Peristiwa pengangkatan ini tidak lama terjadi setelah adanya peningkatan status Prefektur Apostolik Tandjung-Karang menjadi Keuskupan Tandjung-Karang pada 3 Januari 1961, yang menandai pendirian dan pengakuan Hirarki Gereja Katolik di Indonesia oleh Takhta Suci melalui Konstitusi Apostolik Quod Christus Adorandus yang dipromulgasikan Paus Yohanes XXIII. Hal serupa juga terjadi di semua Prefektur Apostolik dan Vikariat Apostolik di seluruh Indonesia, yang statusnya ditingkatkan menjadi Keuskupan dan Keuskupan Agung dengan disertai pembentukan Provinsi Gerejaninya.
  • Tahbisan Uskup Tandjung-Karang: 29 Oktober 1961.
  • Pentahbis Utama: Kardinal Grégoire-Pierre XV (François) Agagianian, Patriarkh Cicilia Lebanon dari Gereja Katolik Armenia, yang saat itu juga menjabat sebagai Presiden Komisi Kepausan untuk Redaksi Kitab Hukum Kanonik Gereja Ritus Timur (kelak berganti nama menjadi Dewan Kepausan untuk Revisi Kitab Hukum Kanonik Gereja Ritus Timur; lalu ditutup dan fungsinya dialihkan ke dalam Dewan Kepausan untuk Interpretasi Teks-teks Hukum; dan kini bernama Dewan Kepausan untuk Teks-teks Hukum), Prefek Kongregasi Propaganda Fide (kini Kongregasi Evangelisasi Bangsa-Bangsa), dan masih mengampu gelar Kardinal-Imam San Bartolomeo all’Isola (kelak dianugerahi gelar Kardinal-Uskup Albano).
  • Pentahbis Pendamping: Mgr Pietro Sigismondi, Sekretaris Kongregasi Propaganda Fide yang mengampu gelar Uskup Agung Tituler Neapolis in Pisidia; dan Mgr Tarcisius Henricus Josephus van Valenberg OFMCap, Vikaris Apostolik Pontianak (kini Keuskupan Agung Pontianak) yang bergelar Uskup Tituler Comba.
  • Mengikuti Konsili Vatikan II secara utuh sebagai Bapa Konsili (1962-1965):
  1. Sesi Pertama (11 Oktober – 8 Desember 1962)
  2. Sesi Kedua (29 September – 4 Desember 1963)
  3. Sesi Ketiga (14 September – 21 November 1964)
  4. Sesi Keempat (14 September – 8 Desember 1965)
  • Diangkat menjadi Uskup Tanjungkarang: 22 Agustus 1973, bertepatan dengan berubahan nama Keuskupan Tandjung-Karang menjadi Keuskupan Tanjungkarang.
  • Pensiun sebagai Uskup Tanjungkarang pada usia lebih dari 80 tahun: 18 April 1979.
  • Wafat sebagai Uskup Emeritus Tanjungkarang pada usia 84,5 tahun di Jakarta: 25 Februari 1983 (57,5 tahun sebagai imam dan lebih dari 21 tahun sebagai Uskup).
  • Sebagai Uskup, Mgr Albert Hermelink Gentiaras SCJ pernah menjadi Uskup Pentahbis Pendamping bagi penerusnya, Mgr Andreas Suwiyata Henrisoesanta SCJ (kelak menjadi Uskup Tanjungkarang hingga pensiun dan wafat sebagai Uskup Emeritus Tanjungkarang) sebagai Uskup Tituler Ubaba ketika diangkat menjadi Uskup Auksilier Tanjungkarang (11 Februari 1976).
  • Keuskupan Tanjungkarang:
Pendahulu: -

R.B.E. Agung Nugroho
________________
Foto: Mgr Albert Hermelink Gentiaras SCJ [scj.or.id]
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. HIRARKI GEREJA - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger