Mgr Adrianus Djajasepoetra SJ

Uskup Agung Emeritus Djakarta

"In Nomine Jesu"

  • Lahir: Yogyakarta, 12 Maret 1894.
  • Tahbisan Imam Serikat Jesus (SJ): 15 Agustus 1928.
  • Pastor Paroki St Antonius Padua Kota Baru, Yogyakarta.
  • Pastor Paroki Hati Kudus Yesus Pugeran, Yogyakarta.
  • Pada masa pendudukan Jepang, sempat ditangkap dan dimasukkan penjara di Cipinang, Jakarta dan Suka Miskin Bandung, Jawa Barat selama dua tahun.
  • Rektor Kolese Santo Ignatius (Kolsani) Yogyakarta.
  • Wakil Pimpinan Serikat Yesus Indonesia.
  • Ditunjuk Vikaris Apostolik Djakarta (kini Keuskupan Agung Jakarta): 18 Februari 1953, dengan mendapat gelar Uskup Tituler Trisipa.
  • Ditahbiskan Uskup Tituler Trisipa di Katedral Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga Jakarta: 23 April 1953.
  • Pentahbis Utama: Uskup Agung Tituler Misthia, Mgr Georges-Marie-Joseph-Hubert-Ghislain de Jonghe d’Ardoye MEP, yang saat itu menjabat sebagai Delegatus dan Internusius Apostolik Pertama di Indonesia (kelak menjadi Internunsius Apostolik Mesir hingga pensiun dan wafat sebagai Internunsius Apostolik Emeritus Mesir).
  • Pentahbis Pendamping: Uskup Tituler Danaba yang menjabat sebagai Vikaris Apostolik Semarang, Mgr Albertus Soegijapranata SJ (kelak menjadi Uskup Agung Semarang dan Vikaris Apostolik Ordinariat Militer Indonesia yang pertama hingga wafatnya); dan Uskup Tituler Stectorium yang saat itu menjadi Vikaris Apostolik Bandung, Mgr Pierre Marin Arntz OSC (kelak menjadi Uskup Bandung hingga wafatnya).
  • Diangkat Uskup Agung Djakarta: 3 Januari 1961. Peristiwa pengangkatan ini bersamaan dengan peningkatan status Vikariat Apostolik Djakarta menjadi Keuskupan Agung Djakarta, yang menandai pendirian dan pengakuan Hirarki Gereja Katolik di Indonesia oleh Takhta Suci melalui Konstitusi Apostolik Quod Christus Adorandus yang dipromulgasikan Paus Yohanes XXIII. Hal serupa juga terjadi di semua Prefektur Apostolik dan Vikariat Apostolik di seluruh Indonesia, yang statusnya ditingkatkan menjadi Keuskupan dan Keuskupan Agung dengan disertai pembentukan Provinsi Gerejaninya.
  • Mengikuti Konsili Vatikan II secara utuh sebagai Bapa Konsili (1962-1965)
  1. Sesi Pertama (11 Oktober – 8 Desember 1962)
  2. Sesi Kedua (29 September – 4 Desember 1963)
  3. Sesi Ketiga (14 September – 21 November 1964)
  4. Sesi Keempat (14 September – 8 Desember 1965)
  • Pensiun sebagai Uskup Agung Djakarta: 21 Mei 1970. Pada saat itu, setiap Uskup Diosesan yang pensiun diberi gelar tituler oleh Takhta Suci, sehingga Mgr Adrianus Djajasepoetra SJ mendapat gelar Uskup Agung Tituler Volsinium.
  • Ketika pengajuan pengunduran dirinya sebagai Uskup Agung Djakarta disetujui Bapa Suci, Mgr Adrianus Djajasepoetra SJ memilih menghabiskan masa senjanya di Wisma Emaus Girisonta, Ungaran, Semarang, Jawa Tengah -rumah bagi para Jesuit purnakarya.
  • Mengundurkan diri sebagai Uskup Agung Tituler Volsinium: 10 Juli 1976. Dengan hilangnya gelar Uskup Agung Tituler Volsinium, Mgr Adrianus Djajasepoetra SJ pun mendapat gelar Uskup Agung Emeritus Djakarta, yakni nama takhta terakhir yang ia ampu.
  • Wafat sebagai Uskup Agung Emeritus Djakarta: 10 Juli 1979 pada usia lebih dari 85 tahun (51 tahun sebagai imam dan lebih dari 26 tahun sebagai Uskup).
  • Mgr Adrianus Djajasepoetra SJ dimakamkan di pemakaman bagi para Jesuit di Taman Getsemani Girisonta, Ungaran, Semarang, Jawa Tengah.
  1. Mgr Paternus Nicholas Joannes Cornelius Geise OFM sebagai Uskup Bogor (6 Januari 1962).
  2. Mgr Gabriel Willem Sillekens CP sebagai Uskup Ketapang (17 Juni 1962).
  3. Mgr Theodorus Lumanauw sebagai Uskup Agung Ujung Pandang (kini Keuskupan Agung Makassar) (22 September 1973).
  1. Mgr Jan Antonius Klooster CM (kelak menjadi Uskup Surabaya hingga pensiun dan wafat sebagai Uskup Emeritus Surabaya) sebagai Uskup Tituler Germanicopolis ketika diangkat menjadi Vikaris Apostolik Surabaia (kelak Keuskupan Surabaya) (1 Mei 1953).
  2. Mgr Andreas Peter Cornelius Sol MSC (kelak menjadi Uskup Amboina hingga pensiun dan wafat sebagai Uskup Emeritus Amboina) sebagai Uskup Tituler Regiana ketika diangkat sebagai Uskup Koadjutor Amboina (25 Februari 1964).
  3. Mgr Justinus Darmojuwono (kelak menjadi Kardinal Pertama Indonesia dengan gelar Kardinal-Imam Santissimi Nome di Gesù e Maria in Via Lata) sebagai Uskup Agung Semarang (6 April 1964).
  4. Mgr Leo Soekoto SJ (kelak menjadi Uskup Agung Jakarta hingga wafat)  sebagai Uskup Agung Djakarta (kini Keuskupan Agung Jakarta) (15 Agustus 1970).
  • Keuskupan Agung Jakarta:
Pendahulu: Mgr Pieter Jan Willekens SJ
Penerus: Mgr Leo Soekoto SJ


R.B.E. Agung Nugroho
________________
Foto: Mgr Adrianus Djajasepoetra SJ [www.geheugenvannederland.nl]
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. HIRARKI GEREJA - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger