Beatifikasi

Beatifikasi


Apa itu beatifikasi? Secara etimologis, beatifikasi berasal dari dua kata dalam Bahasa Latin, yaitu “beatus” yang berarti bahagia, diberkati; dan “facere” yang berarti membuat, melaksanakan. Oleh karena itu, beatifikasi dapat diartikan sebagai kegiatan memberi gelar yang bahagia atau yang diberkati. 

Beatifikasi merupakan suatu proses dalam penggelaran kudus yang dilakukan oleh Kongregasi Penggelaran Kudus yang ditandai dengan dipromulgasikannya dekrit kepausan yang menyatakan seseorang telah direstui oleh Paus sebagai Beato atau Beata. Promulgasi resmi dekrit ini biasanya didahului dengan penyelidikan yang dilakukan oleh Kongregasi Penggelaran Kudus atas terjadinya suatu mukjizat berkat perantaraan doa pribadi yang dibeatifikasi. Jika yang bersangkutan wafat sebagai martir dan diakui resmi oleh Vatikan, tuntutan mukjizat melalui perantaraan doanya tidak lagi dibutuhkan.

Namun, proses beatifikasi juga tidak harus mensyaratkan adanya suatu mukjizat terlebih dahulu, jika Paus telah memutuskannya demikian. Dalam hal ini, Paus memiliki hak prerogatif untuk menjadikan dan menganugerahi seseorang menjadi Beato atau Beata, tanpa harus mensyaratkan suatu mukjizat terlebih dahulu. 

R.B.E. Agung Nugroho
____________________
Foto: Perayaan Misa Beatifikasi Uskup Agung San Salvador, Mgr Óscar Arnulfo Romero y Galdámez (15 Agustus 1917–24 Maret 1980) digelar di Plaza Salvador del Mundo San Salvador, El Salvador (Monumento al Divino Salvador del Mundo), yang dipimpin oleh Prefek Kongregasi Penggelaran Kudus, Kardinal Angelo Amato SDB, pada 23 Mei 2015; diikuti lebih dari 250 ribu umat [www.trbimg.com].
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. HIRARKI GEREJA - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger