Pallium

PALLIUM ialah kain tenun dari bulu domba (wol putih), berbentuk lingkaran berwarna putih, yang memiliki dua juntai warna hitam pada ujungnya, bersulamkan ornamen enam salib yang berwarna hitam. Kata “pallium” berasal dari Bahasa Latin yang berarti: kain tenun dari bulu domba. Kain ini dikenakan melingkar di leher, yang diberikan kepada Uskup Roma (Paus) baru pada saat pelantikannya.

Awalnya, pallium hanya dipakai oleh Uskup Roma, yakni Paus sebagai Penerus Takhta St Petrus. Namun sejak abad VIII, Uskup Agung Metropolit di seluruh dunia, Batrik dan Patriakh Gereja Timur yang bersekutu penuh dengan Gereja Katolik Roma juga memakainya sebagai anugerah dan tanda kesatuan dengan Paus (bdk. KHK no.437). Upacara penganugerahan pallium ini digelar pada Pesta St Petrus dan Paulus, setiap 29 Juni.

Sesuai tradisi Gereja Katolik yang sudah berlangsung berabad-abad, domba-domba yang bulunya akan dijadikan pallium diberkati Paus pada Peringatan St Agnes, setiap 21 Januari. Pencukuran bulu domba tersebut dilakukan pada Hari Kamis Putih. Lalu setelah pencukuran, bulu-bulu domba itu ditenun menjadi pallium. Dan pada Hari Raya St Petrus dan Paulus, 29 Juni, pallium sudah siap untuk dianugerahkan oleh Paus kepada para Uskup Agung Metropolit yang baru diangkat pada tahun itu.

Pallium hanya dipakai oleh Uskup Agung Metropolit terbatas pada teritori Provinsi Gerejani di mana Keuskupan Metropolitan yang ia pimpin terletak. Pallium ini akan dipakai Uskup Agung Metropolit dalam Misa Pontifikal, yakni di wilayah yurisdiksi Keuskupan Metropolit yang ia gembalakan dan Keuskupan Sufragannya.

Tradisi pallium ini melambangkan legitimasi kuasa penggembalaan atas kawanan domba yang telah diserahkan Yesus pada Petrus untuk digembalakan (bdk. Yoh.21:15-17). Dialah gembala yang baik, Pastor Bonus. Oleh karena itu, penganugerahannya dilakukan pada Pesta St Petrus sebagai Primat Gereja Katolik Roma. Para Uskup Agung Metropolit yang diangkat pada tahun itu dari seluruh dunia hadir dan merayakan Misa Hari Raya Primat Gereja Katolik Roma yang takhtanya diwariskan kepada para Paus sebagai penerusnya hingga kini.

R.B.E. Agung Nugroho
_______________
Foto:
  1. Pallium yang akan dianugerahkan oleh Paus kepada para Uskup Agung Metropolit yang baru dari seluruh dunia [cathnews.co.nz]
  2. Pallium yang dikenakan oleh Paus dan Uskup Agung Metropolit melingkar di leher [commons.wikipedia.org]
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. HIRARKI GEREJA - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger