Mgr Georges-Marie-Joseph-Hubert-Ghislain de Jonghe d’Ardoye MEP

Delegatus dan Internusius Apostolik I untuk Indonesia

  

(6 Juli 1947 - 2 Maret 1955)

  • Lahir: Saint-Gilles-lès-Bruxelles, Belgia, 28 April 1887
  • Masuk La Société des Missions Etrangères de Paris (Serikat Misionaris Asing Paris)
  • Tahbisan Imam: 21 Juni 1910
  • Ditunjuk Vikaris Apostolik Yünnanfu, Cina: 23 Mei 1933 (dengan gelar Uskup Tituler Amathus in Cypro)
  • Tahbisan Uskup Tituler Amathus in Cypro: 17 September 1933
  • Pentahbis Utama: Superior Jendral MEP dan Uskup Agung Tituler Marcianopolis, Mgr Jean-Baptiste-Marie Budes de Guébriant MEP
  • Pentahbis Pendamping: Vikaris Apostolik Shunking (Nanchong), Cina yang bergelar Uskup Tituler Olena, Mgr Paul Wang Wen-cheng dan Vikaris Apostolik Yachow, Cina yang bergelar Uskup Tituler Tlos, Mgr Matthew Li Jun-ho
  • Diangkat Delegatus Apostolik untuk Irak: 17 Oktober 1938 (mendapat gelar Uskup Agung Tituler Misthia)
  • Diangkat Delegatus Apostolik untuk Indonesia: 6 Juli 1947
  • Diangkat Internunsius Apostolik untuk Indonesia: 16 Maret 1950
  • Diangkat Internunsius Apostolik untuk Mesir: 2 Maret 1955
  • Mengundurkan diri sebagai Internunsius Apostolik untuk Mesir pada usia 70 tahun: 23 November 1956
  • Wafat sebagai Internunsius Apostolik Emeritus untuk Mesir dengan gelar Uskup Agung Tituler Misthia: 27 Agustus 1961 (51 tahun sebagai imam dan 28 tahun sebagai uskup)
  • Selama berkarya di Indonesia, Mgr de Jonghe d’Ardoye menjadi Uskup Pentahbis Utama bagi enam Uskup, yakni:
  1. Mgr Willem Schoemaker MSC sebagai Uskup Tituler Balbura dengan jabatan Vikaris Apostolik Purwokerto (18 Oktober 1950)
  2. Mgr Nicolas Pierre van der Westen SSCC sebagai Uskup Tituler Bladia dengan jabatan Vikaris Apostolik Pangkal-Pinang (20 Mei 1951)
  3. Mgr Pierre Marin Arntz OSC sebagai Uskup Tituler Stectorium dengan jabatan Vikaris Apostolik Bandung (25 Maret 1952)
  4. Mgr Adrianus Djajasepoetra SJ sebagai Uskup Tituler Trisipa dengan jabatan Vikaris Apostolik Djakarta (23 April 1953)
  5. Mgr Jan Antonius Klooster CM sebagai Uskup Tituler Germanicopolis dengan jabatan Vikaris Apostolik Surabaia (1 Mei 1953)
  6. Mgr Wilhelmus Joannes Demarteau MSF sebagai Uskup Tituler Arsinoë in Cypro dengan jabatan Vikaris Apostolik Bandjarmasin (5 Mei 1954)
  • Pada masa Mgr de Jonghe d’Ardoye di Indonesia, perkembangan Gereja mengalami kemajuan yang signifikan. Pemekaran teritori baru dan peningkatan status dari Prefektur Apostolik menjadi Vikariat Apostolik pun marak. Selama hampir delapan tahun, terjadi banyak perubahan wajah Gereja di Indonesia yang terus tumbuh. Perubahan tersebut yaitu:
  1. 11 Maret 1948: Prefektur Apostolik Sintang berdiri; dimekarkan dari Vikariat Apostolik Pontianak
  2. 13 Mei 1948: Prefektur Apostolik Makassar ditingkatkan statusnya menjadi Vikariat Apostolik
  3. 11 November 1948: Vikariat Apostolik Timor Olandese berganti nama menjadi Vikariat Apostolik Atambua 
  4. 9 Desember 1948: Prefektur Apostolik Sukabumi didirikan sebagai pemekaran ke-11 (terakhir) dari Vikariat Apostolik Batavia 
  5. 10 Maret 1949: Prefektur Apostolik Bandjarmasin ditingkatkan statusnya menjadi Vikariat Apostolik
  6. 12 Mei 1949: Vikariat Apostolik Nuova Guinea Olandese dimekarkan menjadi dua wilayah baru, yakni Vikariat Apostolik Amboina dan Prefektur Apostolik Hollandia
  7. 7 Februari 1950: Nama Vikariat Apostolik Batavia diganti menjadi Vikariat Apostolik Djakarta
  8. 10 Juli 1950: Prefektur Apostolik Denpasar resmi berdiri sebagai hasil pemekaran dari Vikariat Apostolik Isole della Piccola Sonda
  9. 8 Februari 1951: Prefektur Apostolik Bangka e Biliton ditingkatkan statusnya menjadi Vikariat Apostolik, sekaligus namanya diganti menjadi Vikariat Apostolik Pangkal-Pinang
  10. 8 Maret 1951: Vikariat Apostolik Isole della Piccola Sonda berganti nama menjadi Vikariat Apostolik Endeh. Pada saat yang sama juga dimekarkan menjadi tiga teritori: Vikariat Apostolik Endeh, Vikariat Apostolik Larantuka, dan Vikariat Apostolik Ruteng
  11. 19 Juni 1952: Vikariat Apostolik Palembang memunculkan teritori gerejani baru, yaitu Prefektur Apostolik Tandjung Karang dan Prefektur Apostolik Padang
  12. 14 Juni 1954: Vikariat Apostolik Pontianak menghasilkan Prefektur Apostolik Ketapang
  13. 14 Juni 1854: Sementara di ujung Timur, status Prefektur Apostolik Hollandia ditingkatkan menjadi Vikariat Apostolik 
  14. 21 Februari 1955: Vikariat Apostolik Samarinda didirikan secara resmi dari pemekaran Vikariat Apostolik Bandjarmasin -hanya 10 hari sebelum Mgr de Jonghe d’Ardoye mengakhiri tugasnya di bumi Indonesia.
  • Nunsiatura Apostolik Indonesia:
Pendahulu: -
Penerus: Mgr Domenico Enrici
R.B.E. Agung Nugroho

___________
Foto: Mgr Georges-Marie-Joseph-Hubert-Ghislain de Jonghe d’Ardoye MEP [Dokumen Nunsiatura, Repro: Stefanus P. Elu]
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. HIRARKI GEREJA - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger