Tahbisan Uskup Tanjungkarang

Tahbisan Uskup Tanjungkarang


Gereja Tanjungkarang telah memiliki gembala pasca “sede vacante” sekitar setahun. Dukungan dan harapan terhadap uskup baru mengalir dari umat, klerus, dan pemerintah Lampung.

Allah tidak membedakan orang (Non est personarum acceptor Deus - Kis 10:34). Demikian motto yang dipilih Uskup Tanjungkarang, Mgr Yohanes Harun Yuwono, yang menerima tahbisan episkopal di Kompleks Sekolah Xaverius Bandar Lampung, Kamis, 10/10.

Uskup Agung Palembang, Mgr Aloysius Sudarso SCJ, menjadi penahbis utama dalam perhelatan besar Gereja Tanjungkarang ini. Ia didampingi Uskup Agung Medan, Mgr Anicetus Bongsu Sinaga OFMCap, dan Uskup Pangkalpinang, Mgr Hilarius Moa Nurak SVD. Turut ambil bagian dalam Misa konselebrasi ini Nunsius Apostolik untuk Indonesia Mgr Antonio Guido Filipazzi, Uskup Agung Emeritus Jakarta Julius Kardinal Darmaatmadja SJ, bersama 30 uskup seluruh Indonesia. Selain itu, lebih dari 200 imam hadir berbagi kebahagiaan dengan umat Tanjungkarang.

Ekaristi penahbisan Uskup Tanjungkarang dibanjiri oleh sekitar sepuluh ribu umat Keuskupan Tanjungkarang, disamping ratusan umat dari luar keuskupan ini. Misa yang dibalut dengan lagu-lagu ordinarium gaya Lampung menyambut kehadiran uskup baru yang telah dirindukan umat selama sekitar setahun. Paduan suara yang terdiri dari 3000 orang itu terbentuk dari semua paroki di Keuskupan Tanjungkarang.

Dalam hajatan besar itu, khotbah dibawakan oleh Uskup Padang, Mgr Martinus Dogma Situmorang OFMCap. Mgr Situmorang menyampaikan dukungan dan menyemangati Mgr Harun, yang merupakan imam diosesan pertama di wilayah Regio Sumatra, yang diangkat menjadi uskup. Ketua KWI sekaligus Uskup Agung Jakarta, Mgr Ignatius Suharyo, pun turut berbagi kebahagiaan dan dukungan bagi anggota baru dalam kolegialitas para uskup di Indonesia dalam sambutannya.

Selain itu, dukungan mengalir deras dari Pemerintah Provinsi Lampung. Gubernur Lampung, Drs Sjachroedin Z.P., bersama jajarannya hadir dalam acara ramah tamah yang dihelat usai Misa. Dalam sambutannya, Sjachroedin mengungkapkan kegembiraannya, mengundang kerjasama, dan mempererat tali persaudaraan dengan Gereja Tanjungkarang.

Hajatan agung Keuskupan Tanjungkarang ini menjadi tonggak historis dimulainya penggembalaan Uskup ketiga Tanjungkarang. Persiapan untuk menghelat peristiwa iman itu telah dimulai sejak tiga bulan lalu. Semua elemen Gereja Lampung berperan menyongsong kehadiran gembala baru mereka. Rangkaian acara pun dimulai sejak Rabu sore, 9/10, dengan menggelar Salve Agung yang dipimpin oleh Mgr Hilarius didampingi Mgr Sudarso dan Mgr Yuwono. Dalam Salve itu, hadir 26 uskup.

Pada malam sesudah Ekaristi tahbisan, diadakan pergelaran wayang kulit yang mengangkat lakon “Semar Bangun Khayangan”. Tak heran, Mgr Yuwono merefleksikan rangkaian perayaan ini sebagai peristiwa iman bagi Gereja Tanjungkarang.

Dalam sambutannya, Mgr Yuwono memohon doa dan dukungan dari seluruh umat. “Saya tidak mengenal kalian, dan kalian pun tidak mengenal saya. Namun, sekarang kita sudah bukanlah menjadi orang asing satu sama lain,” ungkapnya. Ia pun membacakan Surat Keputusan Pengangkatan Vikaris Jenderal Keuskupan Tanjungkarang, RD Yacobus Istiono Hariprabowo, yang pada masa sede vacante telah menjabat Vikjen.

Selain itu, Mgr Yuwono menegaskan, komisi-komisi tetap berjalan seperti biasa hingga ada keputusan selanjutnya.

R.B.E. Agung Nugroho
_______________________
Sumber:
Dimuat dalam www.hidupkatolik.com, 23 Oktober 2013.

Foto: 
Gembala Baru: Uskup Tanjungkarang, Mgr Yohanes Harun Yuwono, membawa tongkat gembalanya dan diperkenalkan oleh Penahbis Utama, Mgr Aloysius Sudarso SCJ, didampingi oleh Mgr Anicetus Bongsu Sinaga OFMCap dan Mgr Hilarius Moa Nurak SVD. (HIDUP/R.B.E. Agung Nugroho)
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. HIRARKI GEREJA - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger